Jum’at, 5 September 2008 21:02
PKS Resmi Dukung Pasangan CS
PKS kembali membuat kejutan politik. Setelah sebelumnya menyatakan abstain pada Pilkada Riau, partai Islam tersebut akhirnya menyatakan dukungan untuk pasangan Chaidir-Suryadi Khusaini (CS).
Riauterkini-PEKANBARU- Pasangan calon Gubernur Riau Chaidir dan pasanganya calon Wakil Gubernur Riau Suryadi Khusaini atau yang lebih akrab dengan sebutan CS mendapat berkah politik setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara resmi menyampaikan dukungan terhadap pasangan yang diusunga PDIP, Partai Bulan Bintang dan PKNU tersebut.
Dukungan PKS untuk CS langsung disampaikan Presiden PKS Tifatul Sembiring di sela-sela acara buka bersama PKS bersama masyarakat, simpatisan dan kader di Hotel Ibis Pekanbaru, Jumat (5/9). Lebih dari 1.000 massa PKS yang hadir membuat Hotel Ibis penuh sesak. Tifatul yang terlambat karena penerbangan mengalami penundaan langsung menggelar jumpa pers usai berbuka dan sholat Maghrib.
“Kami telah melakukan dialog dengan ketiga pasangan peserta Pilkada Riau, namun akhirnya keputusannya kami memberikan dukungan, bukan mengusung, karena partai kami tak tercatat di KPU, tapi sekali lagi sekedar memberikan dukungan kepada pasangan Pak Chaidir dengan Pak Suryadi atau yang disingkat dengan CS,” ujarnya didampingi Chaidir, Ketua DPW PKS Riau Amin Triawan dan anggota DPR RI dari PKS asal daerah pemilihan Riau Khairul Anwar.
Dijelaskan Tifatul alasan PKS mendukung CS karena PKS melihat pasangan ini punya potensi melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi Riau. “Riau ini kaya raya, sudah mestinya sumber daya alamnya, di atas minyak dan di bawah minyak dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat Riau, dan kami melihat CS mampu melakukan itu,” tegasnya.
Ketika ditanya mengenai indikasi CS memiliki kapasitas dan kapabilitas melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi Riau, Tifatul menyebut pengalaman bertahun-tahun Chadiri menjadi Ketua DPRD Riau dan pengalaman selama in menjadi politisi senior di partai sebesar Golkar.
Lebih lanjut Tifatul menegaskan bahwa keputusan mendukung CS bersifat mengikat kepada seluruh kader. Karena itu, jika ada kader PKS yang membelot memberi dukungan pada pasangan lain, keanggotanyaan di PKS akan dievalusi.
Sementara itu Chaidir kepada wartawan mengatakan, dukungan PKS merupakan wujud dari kesamaan visi antara dirinya dan PKS. “Saya piker karena persamaan visi antara saya dan PKS. Sama-sama menginginkan perubahan ka arah yang lebih baik. Selain itu juga kesederhanaan. Saya dan PKS sama-sama menyukai kesederhanaan,” tuturnya.
Lebih lanjut Chaidir menilai dukungan PKS sangat besar artinya bagi CS. Karena itu ia semakin optimis bisa memenangi Pilkada Riau yang akan digelar pada 22 September mendatang.***(mad)
sumber: http://riauterkini.com/politik.php?arr=20761
=====================
Jum’at, 5 September 2008 20:48
Tersinggung Mambang, PPP Ancam Tarik Dukungan untuk RZ-MM
Pasangan RZ-MM mendapat masalah serius. Sebagian ucapan Mambang Mit dalam pemaparan visi dan misi menyinggung PPP. Partai tersebut mengancam mencabut dukungan.
Riauterkini-PEKANBARU- Saat mendampingi calon Gubernur Riau M Rusli Zainal menyampaikan visi dan misi dalam rapat paripurna istimewa DPRD Riau, Jumat (5/9), calon Wakil Gubernur Riau Raja Mambang Mit mengeluarkan penyataan yang dinilai mendeskreditkan Gubri Wan Abubakar ketika masih menjadi Wakil Gubernur Riau. Mambang mengatakan, tidak mungkin seseorang menjadi wakil gubernur kalau tidak mengerti pemerintahan dan kenyataan sudah terjadi.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Riau sangat tersinggung dan sangat menyesalkannya. Atas dasar itu Mambang diultimatum untuk mencabut pertanyaan dan meyampaikan permohonan maaf di seluruh media massa di Provinsi Riau. Bahkan PPP mengancam akan menarik dukungan dari koalisi yang mengusung Rusli Zainal – Mambang Mit.
Dalam penyampaian visi misi Cagub/Cawagubri, Jumat (5/9) dalam ruang paripurna DPRD Riau yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Riau, Sofyan Hamzah, Mambang pada awal pemaparannya sempat menyinggung soal perlunya hubungan yang baik dan harmonis antara gubernur dan wakil gubernur. Menurut Bambang, seorang wakil gubernur harus mengerti pemerintahan dan sebaliknya tidak mungkin seorang menjadi wakil gubernur jika tidak mengerti pemrintahan. “Bagaimana menjadi seorang wakil gubernur kalau tidak mengerti pemerintahan,“ ujarnya dengan semangat dengan diiringi tepuk tangan pendukung RZ-MM.
Bahkan Mambang berjanji tidak akan mengucapkan hal yang sama. “Saya tidak mau lagi mengulangi kata-kata ini karena memang kenyataannya sudah terjadi,” lanjutnya seraya mengatakan dalam UU No 32/2006 tentang pemerintah daerah tugas dari seorang wakil gubernur adalah koordinasi instansi, dan ke kabupaten/kota dalam rangka membangu tugas gubernur.
Perkataan inilah yang menyinggung perasaan PPP. Menurut PPP, hal itu sangat menyudutkan Wan Abubakar dan PPP sebagai lembaga. “Saya selaku ketua DPW PPP Riau juga penasehat Fraksi PPP Plus serta anggota Komisi A DPRD Riau sangat keberatan dengan pertanyaan Mambang Mit itu yaitu Wagub yang lalu tidak berpengalaman. Itu tidak benar. Pak Wan itu, tiga periode menjadi wakil rakyat yang dua periode terakhir menjadi wakil ketua DPRD, jadi dalam pemerintah daerah sangat berpengalaman,” tegas Rusli Effendi didampingi Ketua Fraksi, Syairf Hidayat dan anggota Fraksi lainya, Azwir Alimuddin, Zanzibar Nong dan Azhar Salim.
Menurut Rusli, pertanyaan Mambang tersebut ditambah lagi dengan pertanyaan bahwa seorang gubernur dan wakil gubernur harus saling melengkapi, tidak mungkin seorang gubernur dan wakil gubernur itu saling bertentang, sangat tidak etis disampaikan seorang calon wakil gubernur bahkan sudah masuk dalam kategori penghinaan dan pelecehan.
Atas dasar itu kata Rusli maka Mambang Mit diultimatum membuat pernyataan mencabut dan permintaan maaf di media massa baik cetak maupun elektronik yang ada di Provinsi Riau dalam waktu satu kali 24 jam. “Kalau tidak kami akan mencabut dukungan kepada RZ – MM. Harus diingat pula bahwa Pak Mambang yang merupakan mantan Sekda adalah bawahan Pak Wan Abubakar,” jelasnya seraya mengakui sudah konsultasi dengan DPP PPP.
Konsultasi itu sendiri disaksikan langsung sejumlah wartawan dengan Sekjen DPP. DPP sendiri melalui Sekjen menyatakan hal itu tidak diterima DPP dan sangat keliru karena Wan saat ini selain menjadi Gubri juga salah seorang Wakil Ketua DPP PPP. Di ruang Fraksi PPP, Syarif sendiri menambahkan, semua anggota Fraksi PPP merasa sangat kecewa. “Bagi kami satu musibah mendengarkan bersama-sama terjadi pelecahan dan penghinaan terhadap Wan Abubakar apalagi dia saat ini menjadi Gubernur Riau,” katanya.
Dikatakan juga pihaknya akan protes dan sekaligus mempelajari kebijakan politik yang diambil PPP. “Sebab, pernyataan itu bisa membunuh karakter seseorang,” lanjut Syarif yang ditambah Zanzibar Nong, mereka belum mengetahui sikap Wan Abubakar secara pribadi terhadap hal itu.***(mad)
sumber: http://riauterkini.com/politik.php?arr=20757
=====================
Showing posts with label Pilkada. Show all posts
Showing posts with label Pilkada. Show all posts
Friday, September 5, 2008
Friday, August 8, 2008
PILKADA KOTA BANDUNG
Satu hari sebelum Pilwalkot BANDUNG
======================
Jumat, 08/08/2008 17:24 WIB
LSN Prediksi Dada-Ayi Menang Telak
Eva Asiah - detikBandung

Bandung - Pasangan Dada Rosada-Ayi Vivananda diprediksikan bakal memenangkan Piwalkot pada 10 Agustus mendatang. Dada-Ayi akan menang telak dibandingkan dua kandidat lainnya.
Hal itu berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) yang dilaksanakan pada 1 hingga 6 Agustus mendatang. Jumlah responden yang dilibatkan sebanyak 384 di 30 kecamatan di Bandung.
Menurut Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry survei dilakukan dengan motode systematic random sampling dengan margin error sebesar 5 persen. Artinya, kata dia, tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
"Dada Rosada sebagai calon incumbent lebih populer dibandingkan dua kandidat calon wali kota lainnya," ujarnya saat jumpa pers di Kedai Nyonya Rumah, Jalan Naripan, Jumat (8/8/2008).
Sebanyak 96,3 persen publik Bandung mengaku mengenal Dada. Sementara kandidat wali kota yang diusung PKS Taufikurahman hanya dikenal oleh 68,1 persen. Sedangkan calon wali kota independen Hudaya Prawira dikenal 61,2 persen publik.
Pasangan Dada, yaitu Ayi Vivananda pun lebih dikenal publik dibandingkan dua rival lainnya. Ayi dikenal 68,6 publik Bandung. Sementara Deni Triesnahadi atau Abu Syauqi hanya dikenal oleh 53,6 persen. Nahadi yang merupakan pasangan Hudaya dikenal 51,5 persen publik.
"Mengingat popularitas Dada dan Ayi lebih tinggi dibandingkan yang lainnya, maka mayoritas 36,1 persen publik memilih Dada-Ayi," ungkap Umar.
Sedangkan pasangan Taufikurahman-Abu Syauqi hanya dipilih oleh 20,6 persen publik. "Yang paling terendah adalah Hudaya-Nahadi yaitu hanya dipilih oleh 1,8 persen publik ," tambah Umar.
Jumlah responden yang mengaku belum mempunyai pilihan atau merahasiakan pilihannya sebanyak 41,4 persen.
"Dengan besarnya suara swing voters ini, maka kami memprediksi Pilkada nanti akan dimenangkan Dada-Ayi dengan kisaran perolehan suara 51,6 persen hingga 61,6 persen," ujar Umar.
Sementara pasangan Taufikurahman-Abu Syauqi hanya memperoleh suara sekitar 33,15 persen hingga 43,15 persen. Pasangan Hudaya-Nahadi memperoleh suara paling rendah yaitu hanya 6,8 persen.
"Kami memperkirakan warga yang tak memilih sebanyak 32,5 persen hingga 42,5 persen," pungkasnya.
(ern/ern)
sumber: http://bandung.detik.com/read/2008/08/08/172412/985443/486/lsn-prediksi-dada-ayi-menang-telak
======================
Jumat, 08/08/2008 17:24 WIB
LSN Prediksi Dada-Ayi Menang Telak
Eva Asiah - detikBandung
Hal itu berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) yang dilaksanakan pada 1 hingga 6 Agustus mendatang. Jumlah responden yang dilibatkan sebanyak 384 di 30 kecamatan di Bandung.
Menurut Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry survei dilakukan dengan motode systematic random sampling dengan margin error sebesar 5 persen. Artinya, kata dia, tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
"Dada Rosada sebagai calon incumbent lebih populer dibandingkan dua kandidat calon wali kota lainnya," ujarnya saat jumpa pers di Kedai Nyonya Rumah, Jalan Naripan, Jumat (8/8/2008).
Sebanyak 96,3 persen publik Bandung mengaku mengenal Dada. Sementara kandidat wali kota yang diusung PKS Taufikurahman hanya dikenal oleh 68,1 persen. Sedangkan calon wali kota independen Hudaya Prawira dikenal 61,2 persen publik.
Pasangan Dada, yaitu Ayi Vivananda pun lebih dikenal publik dibandingkan dua rival lainnya. Ayi dikenal 68,6 publik Bandung. Sementara Deni Triesnahadi atau Abu Syauqi hanya dikenal oleh 53,6 persen. Nahadi yang merupakan pasangan Hudaya dikenal 51,5 persen publik.
"Mengingat popularitas Dada dan Ayi lebih tinggi dibandingkan yang lainnya, maka mayoritas 36,1 persen publik memilih Dada-Ayi," ungkap Umar.
Sedangkan pasangan Taufikurahman-Abu Syauqi hanya dipilih oleh 20,6 persen publik. "Yang paling terendah adalah Hudaya-Nahadi yaitu hanya dipilih oleh 1,8 persen publik ," tambah Umar.
Jumlah responden yang mengaku belum mempunyai pilihan atau merahasiakan pilihannya sebanyak 41,4 persen.
"Dengan besarnya suara swing voters ini, maka kami memprediksi Pilkada nanti akan dimenangkan Dada-Ayi dengan kisaran perolehan suara 51,6 persen hingga 61,6 persen," ujar Umar.
Sementara pasangan Taufikurahman-Abu Syauqi hanya memperoleh suara sekitar 33,15 persen hingga 43,15 persen. Pasangan Hudaya-Nahadi memperoleh suara paling rendah yaitu hanya 6,8 persen.
"Kami memperkirakan warga yang tak memilih sebanyak 32,5 persen hingga 42,5 persen," pungkasnya.
(ern/ern)
sumber: http://bandung.detik.com/read/2008/08/08/172412/985443/486/lsn-prediksi-dada-ayi-menang-telak
Wednesday, July 23, 2008
QUICK COUNT PILKADA JATIM
HASIL SEMENTARA PILKADA JATIM (QUICK COUNT) :
KAJI: 25.3257%
SR: 21.9387%
SALAM:18.339%
ACHSAN: 8.2511%
KARSA:26.187%
Sumber: Litbang Kompas
Disclaimer: Hasil Prediksi Cepat diambil dari penghitungan suara sejumlah TPS yang terpilih sebagai sample dengan metode acak sistematis proporsional. Hasil Prediksi Cepat ini bukan hasil akhir penghitungan suara Pilkada Jatim. Hasil penghitungan resmi akan dikeluarkan oleh KPUD Jawa Timur.
SUMBER: http://www.suarasurabaya.net/v05/pilgub/
KAJI: 25.3257%
SR: 21.9387%
SALAM:18.339%
ACHSAN: 8.2511%
KARSA:26.187%
| KHOFIFAH INDAR PARAWANSA & MUDJIONO | SUTJIPTO & RIDWAN HISJAM | SOENARJO & ALI MASCHAN MOESA | ACHMADY & SUHARTONO | SOEKARWO & SAIFULLAH JUSUF | PUKUL |
| 12.6063 % | 21.5004 % | 6.72854 % | 13.3024 % | 45.8623 % | 13:00:00 |
| 12.6063 % | 21.5004 % | 6.72854 % | 13.3024 % | 45.8623 % | 13:10:00 |
| 12.6063 % | 21.5004 % | 6.72854 % | 13.3024 % | 45.8623 % | 13:20:00 |
| 19.2244 % | 20.4986 % | 8.14404 % | 13.518 % | 38.615 % | 13:30:00 |
| 20.0202 % | 21.4322 % | 8.06858 % | 12.4559 % | 38.0232 % | 13:40:00 |
| 19.6477 % | 22.8571 % | 11.4286 % | 12.3679 % | 33.6986 % | 13:50:00 |
| 22.3317 % | 22.0192 % | 10.5288 % | 9.51923 % | 35.601 % | 14:00:00 |
| 27.8144 % | 19.9158 % | 14.168 % | 8.75892 % | 29.3429 % | 14:20:00 |
| 27.2351 % | 21.0487 % | 15.342 % | 8.27061 % | 28.1035 % | 14:30:00 |
| 26.845 % | 21.2943 % | 16.2167 % | 7.6826 % | 27.9614 % | 14:40:00 |
| 26.9325 % | 21.8288 % | 16.353 % | 7.4588 % | 27.4269 % | 14:50:00 |
| 26.4512 % | 21.3112 % | 18.056 % | 7.16139 % | 27.0203 % | 15:00:00 |
| 26.8633 % | 22.9561 % | 18.4937 % | 6.81632 % | 24.8706 % | 15:10:00 |
| 26.1505 % | 22.9068 % | 18.351 % | 6.96278 % | 25.6289 % | 15:20:00 |
| 26.5329 % | 22.1126 % | 17.7304 % | 7.85602 % | 25.7681 % | 15:30:00 |
| 26.2262 % | 21.4995 % | 18.1457 % | 7.6293 % | 26.4992 % | 15:40:00 |
| 25.9468 % | 21.8701 % | 18.0333 % | 7.85313 % | 26.2967 % | 15:50:00 |
Disclaimer: Hasil Prediksi Cepat diambil dari penghitungan suara sejumlah TPS yang terpilih sebagai sample dengan metode acak sistematis proporsional. Hasil Prediksi Cepat ini bukan hasil akhir penghitungan suara Pilkada Jatim. Hasil penghitungan resmi akan dikeluarkan oleh KPUD Jawa Timur.
SUMBER: http://www.suarasurabaya.net/v05/pilgub/
Tuesday, July 22, 2008
CALON GUBERNUR RIAU
Monday, July 21, 2008
INILAH CALON GUBERNUR RIAU
KPU Tetapkan Tiga Pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur
| Monday, 21 July 2008 15:07 | |
| sumber: http://riautoday.com/ CS Nomor Urut 1, RZ-MM 2 dan TAMPAN 3 Laporan Edwir Sulaiman redaksi@riautoday.com PEKANBARU--Komisi Pemilihan Mumum (KPU) Provinsi Riau menetapkan tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan ikut Pilkada Riau September mendatang berikut dengan nomor urutnya. Masing-masing pasangan Chaidir-Suryadi Khusaini atau CS untuk nomor urut 1, M Rusli Zainal-Raja Mambang Mit nomor urut 2 dan Raja Thamsir Rachman-Taufan Andoso Yakin atau TAMPAN di nomor urut 3. Penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) bernomor 106/KPU-R/VII/2008. Penetapan berlangsung dalam rapat pleno KPU Riau di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru, Senin (21/7). Rapat pleno ini dipimpin langsung Ketua KPU Riau R Syofyan Samad dan dihadiri tiga dari empat anggota KPU Riau, yakni Makmur Hendrik, Alimin Siregar dan Syamsul Dja'far. Sementara ketiga pasangan turut hadir bersama dengan ratusan pendukung mereka. Pengambilan nomor urut dilakukan dengan giliran berdasarkan pasangan yang pertama daftar ke KPU Riau, yakni TAMPAN, CS dan RZ-MM. Thamsir yang mendapat giliran pertama mencabut undian nomor uurt langsung menunjukan kertas putih dalam kotak kaca bertuliskan angka 3. Kemudian disusul Chaidir yang menunjukkan angka 1 dan terakhir RZ-MM yang mendapatkan nomor urut 2. Usai mengambil nomor urut dilakukan penandatangan persetujuan foto masing-masing pasangan yang akan dicetak pada surat suara. (hnr) ======================= sumber: http://riauterkini.com/politik.php?arr=20051 Senin, 21 Juli 2008 11:43 Undian Nomor, CS 1, RZ-MM 2 dan TAMPAN 3 KPU Provinsi Riau menetapakan tiga pasangan peserta Pilkada Riau sekaligus melakukan undian nomor urut. Hasilnya pasangan CS No.1, RZ-MM No.2 dan TAMPAN No.3. Riauterkini-PEKANBARU-Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Komisi Pemilihan Mumum (KPU) Provinsi Riau bernomor 106/KPU-R/VII/2008 ditetapkan tiga pasangan peserta Pilkada Riau. Ketiganya adalah pasangan Chaidir-Suryadi Khusaini atau CS, M Rusli Zainal-Raja Mambang Mit atau RZ-MM dan pasangan Raja Thamsir Rachman-Taufan Andoso Yakin atau TAMPAN. Penetapan dilakukan dalam rapat pleno yang digelar KPU Riau di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru, Senin (21/7). Selain menetapkan tiga pasangan tersebut yang berhak mengikuti Pilkada Riau, rapat yang dipimpin langsung Ketua KPU Riau dan dihadiri tiga dari empat anggota KPU Riau, yakni Makmur Hendrik, Alimin Siregar dan Syamsul Dja'far tersebut juga langsung dilakukan pengambilan undian nomor urut. Ketiga pasangan langsung hadir dengan diramaikan oleh ratusan pendukung masing-masing pasangan. Pengambilan nomor urut dilakukan dengan giliran berdasarkan pasangan yang pertama daftar ke KPU Riau, yakni TAMPAN, disusul CS dan terakhir RZ-MM. Thamsir yang mendapat giliran mencabut undian pertama kemudian menunjukan kertas putih yang baru diambil dalam kotak kaca bertuliskan angka 3. Kemudian Chaidir yang mengambil kertas undian menunjukkan angka 1. Terkhir sudah pasti RZ-MM mendapatkan nomor urut 2. Usai mengambil nomor urut dilakukan penandatangan persetujuan foto masing-masing pasangan yang akan dicetak pada surat suara. Pasangan TAMPAN sebelum menandatangani meminta foto Taufan diganti dengan yang baru. Sedangkan dua pasangan lainnya langsung setuju. Setelah itu ketiga pasangan didaulat naik ke panggung untuk foto bersama. Ketiganya nampak kompak saling bergandeng tangan ditingkahi pekikan masing-masing pendukung.***(mad/yd) ================== sumber: http://riauinfo.com/main/news.php?c=2&id=5764 CS 1, RZ-MM 2 DAN TAMPAN 3... PEKANBARU (RiauInfo) - Nomor urut peserta pemilihan umum gubernur dan wakil gubernur Riau periode 2008-2013 resmi ditetapkan. Penetapan ini melalui rapat pleno terbuka KPU Riau yang berlangsung di hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru, Senin (21/07) ini. Dengan mencabut nomor urut, pasangan calon gubernur Chaidir-Suryadi Khusaini (CS) mendapat nomor urut pertama. Sedangkan pasangan Rusli Zainal dan Mambang Mit mendapat posisi nomor urut ke dua. Dan pada nomor urut ke tiga ditempati oleh pasangan Thamsir Rachman dan Taufan Andoso (Tampan). Ketiga pasangan hadir secara langsung dan mencabut nomor urut yang disediakan oleh KPU Riau. Dengan demikian, KPU Riau secara resmi telah menetapkan pasangan calon gubernur Riau tersebut sebagai peserta dari dukungan partai politik dengan Surat Keputusan KPU Riau 2008. Selanjutnya KPU Riau menghimbau para pasangan menjalankan proses Pemilu dengan tertib sesuai aturan yang berlaku. Selain para pendukung serta simpatisan parpol para calon, ratusan undangan lainnya seperti dari anggota KPU Daerah se provinsi Riau, unsur Muspida provinsi Riau serta kalangan umum tokoh masyarakat juga menghadiri pleno terbuka yang dipimpin oleh ketua KPU Riau Raja Syofyan Samad tersebut.(Surya) |
Tuesday, July 15, 2008
PENJELASAN RESMI PKS SOAL SIKAP ABSTAIN DI PILKADA RIAU
Selasa, 15 Juli 2008 11:03
PENJELASAN RESMI PKS SOAL SIKAP ABSTAIN DI PILKADA RIAU
Meskipun telah dijelaskan sebelumnya mengenai sikap abstain PKS pada Pilkada Riau, namun belakangan isu yang berkembang PKS dituding gagal berkualisi karena uang. PKS membantah dan berikut penjelasan resminya.
Riauterkini-PEKANBARU-
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirahmanirrohim
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah dan shalawat serta salam atas Nabi Muhammad Saw. Bagi kita, semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmad dan hidayahnya. Amin.
Izinkan kami, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Propinsi Riau mengawali penjelasan ini dengan permohonan maaf atas keputusan politik yang telah kami ambil terkait Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) di Riau. Kami sadar, keputusan ini mengejutkan, mengecewakan banyak pihak dan cukup sulit dapat dipahami. Hal itu tercermin dari banyaknya tanggapan yang kami terima dari berbagai pihak, baik disampaikan langsung, maupun melalui telepon dan SMS. Juga sebagaimana diberitakan berbagai media massa .
Semula kami tidak ingin menanggapi berbagai isu yang berkembang, namun setelah mencermati opini yang berkembang pasca keputusan abstain di Pilkada Riau, kami melihat ada sebuah kondisi yang mengancam kredibilitas dan nama baik PKS sebagai sebuah institusi politik. Ada kecenderungan opini berkembang ke arah pembunuhan karakter, kampanye hitam yang menyesatkan. Secara umum kami menangkap ada sekelompok pihak yang sengaja mengarahkan opini masyarakat ke satu kesimpulan, berupa anggapan gagalnya PKS berkualisi dengan salah satu dari tiga pasangan tersebut semata-mata karena cost politik atau karena uang. Dalam hal ini adalah, PKS terlalu tinggi mematok tarif cost politik.
Melalui penjelasan ini, kami menegaskan bahwa persepsi di atas tidaklah benar. Keliru, namun sengaja belakangan disebarkan kelompok yang tak bertanggung jawab untuk merusak citra PKS!
Dari beberapa pilkada yang diikuti, kami menyimpulkan ada tiga faktor penentu kemenangan, yaitu :
1. Calon. Calon haruslah memiliki ekuitas yang cukup untuk memenangkan pertarungan. Ekuitas dimaksud antara lain popularitas yang dibuktikan dengan survey, citra diri, dan kemampuan berkompetisi, yang dengan ini diharapkan mampu menggerakkan orang untuk memilih dirinya.
2. Dukungan politik. Calon tidak mungkin bisa maju dalam pemilihan kepala daerah jika tidak memiliki dukungan politk yang paling minimal, yaitu 15 % suara atau kursi di DPRD, jika melalui jalur parpol, atau dukungan 5% dari jumlah penduduk, jika melalui jalur perorangan. Ini baru dukungan untuk bisa maju. Sudah tentu, bahwa setiap calon pasti ingin menang. Bukan sekedar berpartisipasi. Oleh karenanya, yang bersangkutan harus memiliki dukungan politik yang lain, berupa mesin yang bisa bekerja memenangkannya.
3. Dukungan dana. Suka atau tidak, dana adalah salah satu faktor yang bisa menentukan kemenangan calon. Mulai transportasi sampai saksi, logistik hingga upaya melawan isu-isu dan intrik-intrik, memerlukan dana yang tidak sedikit.
Ketiga faktor di atas saling terkait. Jika poin 1 dan 2 tidak dimiliki, atau tidak mencapai batas minimal, berapa pun dana yang akan diberikan oleh kandidat, itu tidak akan berpengaruh bagi kami untuk memberi dukungan kepadanya.
Sangat disayangkan, bahwa poin 3 dianggap menjadi bagian yang berdiri sendiri dan kemudian menjadi sangat penting. Sehingga seolah-olah bahwa karena faktor inilah PKS gagal berkomunikasi dan berkoalisi dengan calon-calon yang ada.
Jika hanya faktor yang ketiga, faktor uang yang menjadi pertimbangan, maka kami tentu akan memilih kandidat yang secara tertulis di atas materai berkomitmen memberi dukungan dana sebesar Rp 50 miliar. Jumlah yang sangat jauh lebih besar jika dibandingkan dengan komitmen dari ketiga pasangan yang sempat meminta dukungan kepada PKS.
Terakhir kami ingin mengatakan, bahwa keputusan tidak ikut Pilkada memang sebuah keputusan sulit dan tidak populer, bahkan bisa jadi juga tidak strategis, namun kami menilai itulah keputusan terbaik dalam situasi serba sulit dan buruk yang berkembang selama proses prakoalisi.
Hanya kepada Allah kami mengembalikan keputusan tersebut. Semoga Allah memberikan menjadikan jalan terbaik bagi PKS untuk terus mengembang amanah melalui jalur politik. Kepada semua kader dan simpatisan, kami mengharapkan dukungan atas keputusan tersebut dengan tetap tak bosan memberikan saran dan kritik membangun. Kepada kader dan simpatisan kami berikan kebebasan menentukan dukungan sesuai hati nurani. Berikan dukungan secara pribadi, tanpa membawa nama dan atribut PKS. Sedangkan kepada seluruh masyarakat Riau kami mohon maaf jika keputusan ini mengecewakan.***
sumber: http://riauterkini.com/politik.php?arr=19953
Beri tanggapan | Baca tanggapan
PENJELASAN RESMI PKS SOAL SIKAP ABSTAIN DI PILKADA RIAU
Riauterkini-PEKANBARU-
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirahmanirrohim
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah dan shalawat serta salam atas Nabi Muhammad Saw. Bagi kita, semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmad dan hidayahnya. Amin.
Izinkan kami, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Propinsi Riau mengawali penjelasan ini dengan permohonan maaf atas keputusan politik yang telah kami ambil terkait Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) di Riau. Kami sadar, keputusan ini mengejutkan, mengecewakan banyak pihak dan cukup sulit dapat dipahami. Hal itu tercermin dari banyaknya tanggapan yang kami terima dari berbagai pihak, baik disampaikan langsung, maupun melalui telepon dan SMS. Juga sebagaimana diberitakan berbagai media massa .
Semula kami tidak ingin menanggapi berbagai isu yang berkembang, namun setelah mencermati opini yang berkembang pasca keputusan abstain di Pilkada Riau, kami melihat ada sebuah kondisi yang mengancam kredibilitas dan nama baik PKS sebagai sebuah institusi politik. Ada kecenderungan opini berkembang ke arah pembunuhan karakter, kampanye hitam yang menyesatkan. Secara umum kami menangkap ada sekelompok pihak yang sengaja mengarahkan opini masyarakat ke satu kesimpulan, berupa anggapan gagalnya PKS berkualisi dengan salah satu dari tiga pasangan tersebut semata-mata karena cost politik atau karena uang. Dalam hal ini adalah, PKS terlalu tinggi mematok tarif cost politik.
Melalui penjelasan ini, kami menegaskan bahwa persepsi di atas tidaklah benar. Keliru, namun sengaja belakangan disebarkan kelompok yang tak bertanggung jawab untuk merusak citra PKS!
Dari beberapa pilkada yang diikuti, kami menyimpulkan ada tiga faktor penentu kemenangan, yaitu :
1. Calon. Calon haruslah memiliki ekuitas yang cukup untuk memenangkan pertarungan. Ekuitas dimaksud antara lain popularitas yang dibuktikan dengan survey, citra diri, dan kemampuan berkompetisi, yang dengan ini diharapkan mampu menggerakkan orang untuk memilih dirinya.
2. Dukungan politik. Calon tidak mungkin bisa maju dalam pemilihan kepala daerah jika tidak memiliki dukungan politk yang paling minimal, yaitu 15 % suara atau kursi di DPRD, jika melalui jalur parpol, atau dukungan 5% dari jumlah penduduk, jika melalui jalur perorangan. Ini baru dukungan untuk bisa maju. Sudah tentu, bahwa setiap calon pasti ingin menang. Bukan sekedar berpartisipasi. Oleh karenanya, yang bersangkutan harus memiliki dukungan politik yang lain, berupa mesin yang bisa bekerja memenangkannya.
3. Dukungan dana. Suka atau tidak, dana adalah salah satu faktor yang bisa menentukan kemenangan calon. Mulai transportasi sampai saksi, logistik hingga upaya melawan isu-isu dan intrik-intrik, memerlukan dana yang tidak sedikit.
Ketiga faktor di atas saling terkait. Jika poin 1 dan 2 tidak dimiliki, atau tidak mencapai batas minimal, berapa pun dana yang akan diberikan oleh kandidat, itu tidak akan berpengaruh bagi kami untuk memberi dukungan kepadanya.
Sangat disayangkan, bahwa poin 3 dianggap menjadi bagian yang berdiri sendiri dan kemudian menjadi sangat penting. Sehingga seolah-olah bahwa karena faktor inilah PKS gagal berkomunikasi dan berkoalisi dengan calon-calon yang ada.
Jika hanya faktor yang ketiga, faktor uang yang menjadi pertimbangan, maka kami tentu akan memilih kandidat yang secara tertulis di atas materai berkomitmen memberi dukungan dana sebesar Rp 50 miliar. Jumlah yang sangat jauh lebih besar jika dibandingkan dengan komitmen dari ketiga pasangan yang sempat meminta dukungan kepada PKS.
Terakhir kami ingin mengatakan, bahwa keputusan tidak ikut Pilkada memang sebuah keputusan sulit dan tidak populer, bahkan bisa jadi juga tidak strategis, namun kami menilai itulah keputusan terbaik dalam situasi serba sulit dan buruk yang berkembang selama proses prakoalisi.
Hanya kepada Allah kami mengembalikan keputusan tersebut. Semoga Allah memberikan menjadikan jalan terbaik bagi PKS untuk terus mengembang amanah melalui jalur politik. Kepada semua kader dan simpatisan, kami mengharapkan dukungan atas keputusan tersebut dengan tetap tak bosan memberikan saran dan kritik membangun. Kepada kader dan simpatisan kami berikan kebebasan menentukan dukungan sesuai hati nurani. Berikan dukungan secara pribadi, tanpa membawa nama dan atribut PKS. Sedangkan kepada seluruh masyarakat Riau kami mohon maaf jika keputusan ini mengecewakan.***
sumber: http://riauterkini.com/politik.php?arr=19953
Beri tanggapan | Baca tanggapan
Thursday, July 10, 2008
Jangan Pilih Cagub yang Terlibat Illegal Logging
Kamis, 10/07/2008 17:22 WIB
Pilkada Riau
Jangan Pilih Cagub yang Terlibat Illegal Logging
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

Pekanbaru - Pilkada Riau akan digelar dalam waktu dekat. Masyarakat Riau diingatkan tidak memilih calon gubernur yang terlibat kasus illegal logging.
Penegasan ini disampaikan Direktur Walhi Riau, Johny S Mundung dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (10/7/2008).
Saat ini ada tiga calon calon gubernur yang telah mendaftar ke KPUD Riau. Ketiga calon gubernur itu adalah, Gubernur Riau incumbent, Rusli Zainal, Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Incumbent, Raja Thamsir Rachman dan mantan Ketua DPRD Riau, Chaidir.
Dari ketiga calon itu, kata Johny, dua di antaranya diduga terseret kasus illegal logging. Pertama mantan gubernur Riau Rusli Zainal. Cagub yang diajukan Partai Golkar itu kini berstatus saksi dalam sidang Tipikor perambahan hutan dengan terdakwa Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jafar. Dalam kasus perambahan hutan yang ditangani KPK ini negara mengalami kerugian , Rp1,2 triliun.
Kedua Bupati Inhu Raja Thamsir Rahcman. Jago Partai Demokrat dan PAN ini salah satu dari lima bupati di Riau yang dibidik Polda Riau dalam kasus pemberian Izin Pemanfaatan Kayu (IKP) secara serampangan. Kasus ini pun masih bergulir di pihak Polda Riau.
"Kedua calon gubernur ini jelas-jelas terserat dalam kasus perambahan hutan di Riau. Karena itu kami meminta masyarakat untuk tidak memilih calon yang sudah jelas terserat dalam kasus illegal logging," kata Johny.
Calon ketiga, yakni Chaidir, memang tidak pernah terseret kasus illegal logging. Namun itu bukan berarti dia tanpa cacat. Cagub yang diusung PDIP ini dinilai kurang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
"Ini bisa kami lihat selama menjabat sebagai Ketua DPRD Riau, Chaidir enggan meloloskan Perda tentang hak ulayat atau hak tanah ada. Ini menunjukan Chaidir juga bukan orang yang mau menyelamatkan tanah adat masyarakat Riau," kata Johny.
Menurut Johny, semua calon gubernur yang ada sangat kurang perhatiannya pada bidang lingkungan hidup. Hanya saja, masyarakat Riau saat ini memang dibenturkan dengan tiga calon gubernur yang semuanya dianggap orang yang tidak mau konsisten dalam penyelamatan hutan.
"Sebenarnya ketiga calon yang ada saat ini semuanya bermasalah. Tapi paling tidak, masyarakat hendaknya jangan sampai salah pilih. Janganlah memberikan hak suaranya pada calon yang saat ini benar-benar terlibat langsung dalam kasus illegal logging," kata Johny.
(cha/djo)
sumber berita: http://www.detiknews.com/read/2008/07/10/172249/970148/10/jangan-pilih-cagub-yang-terlibat-illegal-logging
Pilkada Riau
Jangan Pilih Cagub yang Terlibat Illegal Logging
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Penegasan ini disampaikan Direktur Walhi Riau, Johny S Mundung dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (10/7/2008).
Saat ini ada tiga calon calon gubernur yang telah mendaftar ke KPUD Riau. Ketiga calon gubernur itu adalah, Gubernur Riau incumbent, Rusli Zainal, Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Incumbent, Raja Thamsir Rachman dan mantan Ketua DPRD Riau, Chaidir.
Dari ketiga calon itu, kata Johny, dua di antaranya diduga terseret kasus illegal logging. Pertama mantan gubernur Riau Rusli Zainal. Cagub yang diajukan Partai Golkar itu kini berstatus saksi dalam sidang Tipikor perambahan hutan dengan terdakwa Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jafar. Dalam kasus perambahan hutan yang ditangani KPK ini negara mengalami kerugian , Rp1,2 triliun.
Kedua Bupati Inhu Raja Thamsir Rahcman. Jago Partai Demokrat dan PAN ini salah satu dari lima bupati di Riau yang dibidik Polda Riau dalam kasus pemberian Izin Pemanfaatan Kayu (IKP) secara serampangan. Kasus ini pun masih bergulir di pihak Polda Riau.
"Kedua calon gubernur ini jelas-jelas terserat dalam kasus perambahan hutan di Riau. Karena itu kami meminta masyarakat untuk tidak memilih calon yang sudah jelas terserat dalam kasus illegal logging," kata Johny.
Calon ketiga, yakni Chaidir, memang tidak pernah terseret kasus illegal logging. Namun itu bukan berarti dia tanpa cacat. Cagub yang diusung PDIP ini dinilai kurang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
"Ini bisa kami lihat selama menjabat sebagai Ketua DPRD Riau, Chaidir enggan meloloskan Perda tentang hak ulayat atau hak tanah ada. Ini menunjukan Chaidir juga bukan orang yang mau menyelamatkan tanah adat masyarakat Riau," kata Johny.
Menurut Johny, semua calon gubernur yang ada sangat kurang perhatiannya pada bidang lingkungan hidup. Hanya saja, masyarakat Riau saat ini memang dibenturkan dengan tiga calon gubernur yang semuanya dianggap orang yang tidak mau konsisten dalam penyelamatan hutan.
"Sebenarnya ketiga calon yang ada saat ini semuanya bermasalah. Tapi paling tidak, masyarakat hendaknya jangan sampai salah pilih. Janganlah memberikan hak suaranya pada calon yang saat ini benar-benar terlibat langsung dalam kasus illegal logging," kata Johny.
(cha/djo)
sumber berita: http://www.detiknews.com/read/2008/07/10/172249/970148/10/jangan-pilih-cagub-yang-terlibat-illegal-logging
Monday, July 7, 2008
PKS MENANG (LAGI)
Quick Count PILGUB NTB
Quick Count PILGUB NTB
Hari/ Tgl: Senin, 7 Juli 2008
Pukul: 13.00 WITA
Pelaksana:
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerjasama dengan TV ONE
Hasil Sementara:
- Naja: 16, 66 %
- Baru: 37,06 %
- Serius: 28,68 %
- Zanur: 17,67 %
Sample Suara yang masuk: 99,38 %
sumber:
http://sasak.org/2008/07/04/quick-count-pilgub-ntb/
QUICK COUNT PILKADA / PILGUB NTB
Jagoan PKS-PBB sementara unggul:
Quick Count PILGUB NTB
Quick Count PILGUB NTB
Hari/ Tgl: Senin, 7 Juli 2008
Pukul: 13.00 WITA
Pelaksana:
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerjasama dengan TV ONE
Hasil Sementara:
- Naja: 18, 15 %
- Baru: 32,03 %
- Serius: 30,19 %
- Zanur: 19,02 %
Sample Suara yang masuk: 58,13 %
sumber: www.sasak.org
Subscribe to:
Posts (Atom)


