Sunday, December 21, 2008
Inspiring women dari bumi Lancang Kuning Riau
Bidang IPTEK : Dra Hj Jusma Karim
Bidang Kesehatan : Hj Asra Yustiti
Bidang Pemberdayaan Ekonomi : Ir Hj Irma H Rachman MBA
Bidang Seni dan Budaya : Elvisrina SPd
Bidang Sosial Dan Kemasyarakatan : Dra Hj Rosda Darwis MM
Bidang Birokrasi : Elmawati
Bidang Politik : Hj Maimanah Umar MA
===========
sumber: http://www.riauinfo.com/main/news.php?c=2&id=7763
DARI PKS INSPIRING WOMEN
Hari Ini 8 Perempuan Riau Diberi penghargaan
21 Dec 2008 13:46 wib
Muchtiar
PEKANBARU (RiauInfo) - Bertempat di hotel Ibis Pekanbaru, 8 perempuan terbaik Riau diberi penghargaan. Selain itu, sosok guru sejati, Muslimah yang lebih dikenal lewat inspirasi ceritra Laskar Pelangi juga didaulat memberikan pengalamannya untuk memberikan motivator kepada masyarakat Pekanbaru, khususnya yang hadir pada saat itu.
Mereka yang mendapatkan penghargaan adalah mereka yang dianggap mampu berkiprah, baik untuk dirinya maupun bagi orang banyak yang ada di lingkungannya.
Delapan perempuan yang mendapatkan penghargaan tersebut dibagi dalam berbagai kategori bidang, diantaranya, Bidang Pendidikan Hj Wahdiar Wahid, dari Kabupaten Bengkalis. Bidang IPTEK Dra Hj Jusma Karim dari Kota Pekanbaru. Bidang Kesehatan Hj Asra Yustiti, dari Kabupaten Bengkalis. Bidang Pemberdayaan Ekonomi Ir Hj Irma H Rachman MBA dari kota Pekanbaru. Bidang Seni dan Budaya Elvisrina SPd dari Kabupaten Siak. Bidang Sosial Dan Kemasyarakatan Dra Hj Rosda Darwis MM dari Kabupaten Indragiri Hulu. Bidang Birokrasi Elmawati dari Kabupaten Bengkalis. Bidang Politik Hj Maimanah Umar MA dari Kota Pekanbaru.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh beberapa pimpinan DPW PKS Riau, diantaranya Ketua DPW PKS Riau Amin Triawan, Ketua MPW PKS Riau Nurdin, dan Ketia Bidang Kewanitaan Asih Drajad Lumintu.
Acara yang dilaksanakan dalam rangka menyambut hari ibu tersebut, dihadiri seribuan tamu undangan dengan mayoritas berbagai kalangan dari kaum perempuan.
Menurut Ketua Bidang Kewanitaan DPW PKS Riau, Asih Drajad Lumintu, dengan suksesnya penyelenggaraan acara ini diharapkan akan menjadikan motivator yang luar biasa, khususnya kalangan perempuan dalam bidangnnya masing-masing.
Bahkan kedepan diharapkan akan ada Muslimah-Muslimah lainnya yang siap berkorban tanpa kenal pamrih demi kemajuan dunia pendidikan, harapnya Minggu (21/12). (muchtiar)
Friday, November 14, 2008
PKS Dorong Rekonsiliasi Nasional
Kebangsaan
PKS Dorong Rekonsiliasi Nasional
Jumat, 14 November 2008 | 00:15 WIB
Jakarta, Kompas - Problem kebangsaan saat ini sulit diselesaikan jika di antara anak bangsa masih saling menyimpan dendam. Itu sebabnya bangsa ini harus bisa membangun kebersamaan dan melakukan rekonsiliasi nasional pada semua tokoh dan pemimpin bangsa, serta menyelesaikan beban masa lalu.
Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Anis Matta di Jakarta, Kamis (13/11), seusai bertemu sejumlah tokoh militer di Jakarta.
Sebagai generasi baru, menurut Anis, sudah selayaknya bangsa ini berpikir dengan paradigma baru.
Anis mengingatkan, bangsa ini harus menyikapi masa lalu secara adil, arif, dan proporsional, serta mau berhenti mengadili masa lalu. Bangsa ini harus maju dan menjadikan masa lalu sebagai inspirasi bagi pembangunan masa depan.
Terkait dengan iklan PKS yang mengangkat semua tokoh nasional, menurut Anis, juga menjadi bagian rekonsiliasi yang diusung oleh PKS.
”Pahlawan kita merupakan manusia biasa, tetapi punya kerja yang luar biasa bagi bangsa dan memengaruhi perjalanan hidup kita semua hari ini. Mereka disebut pahlawan atau guru, bukan karena mereka malaikat, tetapi karena kontribusinya yang lebih besar dari kelemahan-kelemahannya,” ujarnya.
Soekarno, menurut Anis, adalah tokoh yang disanjung bangsa ini. Akan tetapi, kata Anis, Soekarno pernah memenjarakan Buya Hamka dan Natsir tanpa pengadilan. Ketua Majelis Syuro PKS KH Hilmi Aminuddin juga pernah dipenjara Soeharto selama dua tahun.
”Namun, kerja mereka untuk bangsa ini lebih besar dari kelemahan yang pernah dilakukan. Kesadaran ini bisa menjadi titik tolak kita untuk membangun bangsa ini,” ujarnya.
Wakil Sekretaris Jenderal PKS Fahri Hamzah mengatakan, penokohan Soeharto yang banyak diprotes berbagai kalangan karena mereka tidak tahu esensi pesannya. PKS tidak akan menyalahkan mereka yang salah menangkap pesan ini, tetapi tetap akan menjelaskan bahwa di antara anak bangsa harus berhenti menyimpan dendam. (MAM)
PKS Akui Iklannya Bagian Kampanye Politik
PKS Akui Iklannya Bagian Kampanye Politik
Sabtu, 15 November 2008 | 10:23 WIB
JAKARTA, JUMAT - Setelah dalih rekonsiliasi dijadikan alasan pemunculan tokoh-tokoh bangsa dalam iklan politiknya, akhirnya Sekjen PKS Anis Matta tak mengingkari bahwa iklan tersebut adalah bagian dari kampanye politik. Tujuannya, mencari dan mendapatkan dukungan sebanyak-banyaknya.
Hal itu dikatakan Anis dalam diskusi Radio Trijaya, "Parpol Krisis Tokoh", Sabtu (15/11), di Jakarta. Seperti diketahui, pemunculan tokoh Soekarno, M. Natsir, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Ashari dan Soeharto mengundang kontroversi dan protes dari kelompok yang selama ini identik dengan para tokoh tersebut.
Digunakannya gambar tokoh-tokoh itu, diakui Anis, tak meminta izin kepada keluarga ataupun kelompok-kelompok yang mengklaim 'memiliki' mereka.
"Memang enggak izin, karena itu domain publik. Kita tidak mengingkari (iklan) ini bagian dari kampanye politik untuk meraih dukungan. Kalau partai lain menjual tokoh, kami menjual ide," kata Anis.
Menurut pengamat politik Bachtiar Effendy, iklan PKS biasa-biasa saja. Pesan rekonsiliasi yang didengungkan PKS, menurutnya kamuflase. Tujuannya, tak lain adalah untuk meraih suara dari mereka yang merasa memiliki kedekatan dengan para tokoh itu.
"Rekonsiliasi, itu kan proposal yang diajukan Anis Matta. Tidak pernah parpol punya tujuan rekonsiliasi. Apalagi menjelang pemilu, tujuannya meraih dukungan banyak," ujar Bachtiar.
Menjelang pemilu, partai-partai juga diibaratkan sebagai gerai yang membuka tokonya dan menawarkan barang dagangannya. Bagi peneliti sejarah JJ Rizal, hal yang paling mengusik adalah munculnya tokoh Soeharto dalam iklan partai pimpinan Tifatul Sembiring itu. Sebab, menurutnya PKS lahir dari gerakan anti Soeharto pada masa reformasi.
"Sekarang kok tiba-tiba memunculkan Soeharto, ini tindakan konyol, ahistoris. Iklan PKS, hanyalah iklan semata, bukan pemikiran tentang rekonsiliasi," kata Rizal. (ING)
Inggried Dwi Wedhaswary
Friday, October 31, 2008
PKS KEMBALIKAN DANA GRATIFIKASI KE KPK SEMENJAK TAHUN 2006
di bawah ini cuma beberapa contoh..
=============================
http://www.riaupos.com/v2/content/view/10724/26/
PKS Akui Terima Uang Suap
Selasa, 21 Oktober 2008
Laporan ERISMAN YAHYA, Jakarta erisman-yahya@riaupos.co.idAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI Mahfudz Siddiq mengakui bahwa empat orang anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) yang duduk di Komisi IV DPR ikut menerima uang suap kasus alih fungsi hutan lindung Tanjung Api-api, Sumsel.
Namun, uang suap yang mereka sebut gratifikasi itu telah diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‘’Sejak 2005 sampai pertengahan 2008, FPKS telah menyetorkan dana gratifikasi ke KPK Rp1,9 miliar. Terkait langsung dengan kasus Tanjung Api-api Rp372.200.000,’’ kata Mahfudz Siddiq kepada wartawan di Gedung DPR/MPR RI RI, Jakarta, Senin (20/10).
Dijelaskan Mahfudz, keempat anggota FPKS yang ikut menerima uang suap kasus Tanjung Api-api itu adalah Ummung Anwar Sanusi, Syamsu Hilal, Suswono dan Tamsil Lindrung. Ummung Anwar Sanusi menerima Rp10 juta berupa cek perjalanan, Syamsu Hilal menerima uang tunai Rp5 juta dan Rp25 juta dalam bentuk cek perjalanan, Tamsil Lindrung uang tunas Rp12,2 juta dan Suswono uang tunas Rp20 juta dan cek perjalan Rp150 juta.
Keempat anggota FPKS itu menerima uang suap pada tanggal yang sama, yaitu 4 September 2006. ‘’Semua yang mereka terima ini sudah disetorkan ke KPK tanggal 24 September 2006,’’ kata Mahfudz lagi.
Kemudian, lanjut Mahfudz, pada 2 Juli 2007, Suswono kembali menerima cek perjalanan senilai Rp120 juta dan disetorkan ke KPK 3 hari kemudian, yaitu tanggal 5 Juli 2007. ‘’Pak Suswono menerima jumlah yang lebih besar dari yang lain mungkin karena beliau duduk sebagai pimpinan Komisi IV,’’ sebut Mahfudz.
Menurut Mahfudz, sesuai dengan aturan yang berlaku, uang gratifikasi yang diterima oleh pejabat harus diserahkan ke KPK dalam jangka waktu 1 bulan sejak diterima.
‘’Jadi dana yang diterima anggota FPKS itu diserahkan ke KPK sebelum jangka waktunya berakhir. Ini ada bukti berita acara penyerahkan gratifikasi itu ke KPK. Kalau mereka ini dipanggil KPK hanya sebagai saksi,’’ terang Mahfudz.
Mengapa uang suap kasus alih fungsi hutan Tanjung Api-api itu diterima anggota FPKS, Mahfudz menjelaskan bahwa jika pemberian uang itu diperkirakan bisa kembali ke sumber pemberi maka uang itu ditolak.
‘’Tapi kalau uang itu ditolak tapi ada kemungkinan besar tidak sampai kembali ke sumbernya, maka uang itu diterima dan kita setorkan ke KPK. Sebab, kita tidak ingin nama anggota kita tetap dicantumkan sebagai penerima tapi mereka sudah menolaknya,’’ pungkasnya.(jrr)
Monday, September 8, 2008
PEMILU 2009 Up date : Mencoblos Dianggap Tidak Sah

KPU: Mencoblos Dianggap Tidak Sah
Senin, 8 September 2008 | 21:17 WIB
JAKARTA, SENIN-Ketua Komisi Pemilihan Umum Abdul Hafiz Anshary mengatakan hasil rapat pleno KPU menyetujui penandaan pada surat suara dengan mencoblos dan memberikan tanda titik (.) dianggap tidak sah. "Kalau memberikan tanda titik tidak bisa. Mencoblos juga," kata Ketua KPU, di sela-sela acara rapat pimpinan antara KPU dengan KPU Provinsi, di Jakarta, Senin (8/9).
Namun, KPU masih perlu meminta pertimbangan dari pemerintah dan DPR tentang tanda yang sah untuk digunakan. "Ini masih di tingkat pleno. Nanti akan didiskusikan dengan DPR," katanya.
Hafiz menjelaskan, KPU sedang membahas tanda untuk menandai surat suara. Tanda lain yang dapat digunakan antara lain tanda bintang (*). Namun KPU, katanya tetap menyosialisasikan penandaan surat suara dengan tanda contreng (V). "Contreng tetap disosialisasikan. Tetapi kita mengantisipasi kalau ada yang tidak mengerti bisa menggunakan tanda lain," katanya.
Ia menjelaskan KPU masih terus melakukan pembahasan seputar alat penanda. Menurut Hafiz diwacanakan penandaan dengan menggunakan bolpoin atau pena penanda ("stabilo").
Ditanya tentang kemungkinan ada kecerobohan dalam mencontreng, misalnya tanda yang dibubuhkan mengenai nama calon legislatif lainnya, maka penentuan calon yang dipilih yakni dilihat dari pangkal tanda berada. "Kita ambil dari pangkal tanda kalau ditemukan tanda melebar sampai ke sebelahnya. Kita belum mengatur lebih detail kalau ada ’error’ dalam penandaan," katanya.
Sementara itu, KPU masih terus membahas tentang desain surat suara dengan DPR dan pemerintah. Dijadwalkan KPU akan melangsungkan simulasi penandaan surat suara di tiga provinsi yaitu Aceh, Jawa Timur, dan Papua dengan menggunakan tiga desain surat suara yang berbeda-beda.
ROY
Sumber : Antara
http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/08/21172422/kpu.mencoblos.dianggap.tidak.sah
Friday, September 5, 2008
PILGUB RIAU UPDATE
PKS Resmi Dukung Pasangan CS
PKS kembali membuat kejutan politik. Setelah sebelumnya menyatakan abstain pada Pilkada Riau, partai Islam tersebut akhirnya menyatakan dukungan untuk pasangan Chaidir-Suryadi Khusaini (CS).
Riauterkini-PEKANBARU- Pasangan calon Gubernur Riau Chaidir dan pasanganya calon Wakil Gubernur Riau Suryadi Khusaini atau yang lebih akrab dengan sebutan CS mendapat berkah politik setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara resmi menyampaikan dukungan terhadap pasangan yang diusunga PDIP, Partai Bulan Bintang dan PKNU tersebut.
Dukungan PKS untuk CS langsung disampaikan Presiden PKS Tifatul Sembiring di sela-sela acara buka bersama PKS bersama masyarakat, simpatisan dan kader di Hotel Ibis Pekanbaru, Jumat (5/9). Lebih dari 1.000 massa PKS yang hadir membuat Hotel Ibis penuh sesak. Tifatul yang terlambat karena penerbangan mengalami penundaan langsung menggelar jumpa pers usai berbuka dan sholat Maghrib.
“Kami telah melakukan dialog dengan ketiga pasangan peserta Pilkada Riau, namun akhirnya keputusannya kami memberikan dukungan, bukan mengusung, karena partai kami tak tercatat di KPU, tapi sekali lagi sekedar memberikan dukungan kepada pasangan Pak Chaidir dengan Pak Suryadi atau yang disingkat dengan CS,” ujarnya didampingi Chaidir, Ketua DPW PKS Riau Amin Triawan dan anggota DPR RI dari PKS asal daerah pemilihan Riau Khairul Anwar.
Dijelaskan Tifatul alasan PKS mendukung CS karena PKS melihat pasangan ini punya potensi melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi Riau. “Riau ini kaya raya, sudah mestinya sumber daya alamnya, di atas minyak dan di bawah minyak dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat Riau, dan kami melihat CS mampu melakukan itu,” tegasnya.
Ketika ditanya mengenai indikasi CS memiliki kapasitas dan kapabilitas melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi Riau, Tifatul menyebut pengalaman bertahun-tahun Chadiri menjadi Ketua DPRD Riau dan pengalaman selama in menjadi politisi senior di partai sebesar Golkar.
Lebih lanjut Tifatul menegaskan bahwa keputusan mendukung CS bersifat mengikat kepada seluruh kader. Karena itu, jika ada kader PKS yang membelot memberi dukungan pada pasangan lain, keanggotanyaan di PKS akan dievalusi.
Sementara itu Chaidir kepada wartawan mengatakan, dukungan PKS merupakan wujud dari kesamaan visi antara dirinya dan PKS. “Saya piker karena persamaan visi antara saya dan PKS. Sama-sama menginginkan perubahan ka arah yang lebih baik. Selain itu juga kesederhanaan. Saya dan PKS sama-sama menyukai kesederhanaan,” tuturnya.
Lebih lanjut Chaidir menilai dukungan PKS sangat besar artinya bagi CS. Karena itu ia semakin optimis bisa memenangi Pilkada Riau yang akan digelar pada 22 September mendatang.***(mad)
sumber: http://riauterkini.com/politik.php?arr=20761
=====================
Jum’at, 5 September 2008 20:48
Tersinggung Mambang, PPP Ancam Tarik Dukungan untuk RZ-MM
Pasangan RZ-MM mendapat masalah serius. Sebagian ucapan Mambang Mit dalam pemaparan visi dan misi menyinggung PPP. Partai tersebut mengancam mencabut dukungan.
Riauterkini-PEKANBARU- Saat mendampingi calon Gubernur Riau M Rusli Zainal menyampaikan visi dan misi dalam rapat paripurna istimewa DPRD Riau, Jumat (5/9), calon Wakil Gubernur Riau Raja Mambang Mit mengeluarkan penyataan yang dinilai mendeskreditkan Gubri Wan Abubakar ketika masih menjadi Wakil Gubernur Riau. Mambang mengatakan, tidak mungkin seseorang menjadi wakil gubernur kalau tidak mengerti pemerintahan dan kenyataan sudah terjadi.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Riau sangat tersinggung dan sangat menyesalkannya. Atas dasar itu Mambang diultimatum untuk mencabut pertanyaan dan meyampaikan permohonan maaf di seluruh media massa di Provinsi Riau. Bahkan PPP mengancam akan menarik dukungan dari koalisi yang mengusung Rusli Zainal – Mambang Mit.
Dalam penyampaian visi misi Cagub/Cawagubri, Jumat (5/9) dalam ruang paripurna DPRD Riau yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Riau, Sofyan Hamzah, Mambang pada awal pemaparannya sempat menyinggung soal perlunya hubungan yang baik dan harmonis antara gubernur dan wakil gubernur. Menurut Bambang, seorang wakil gubernur harus mengerti pemerintahan dan sebaliknya tidak mungkin seorang menjadi wakil gubernur jika tidak mengerti pemrintahan. “Bagaimana menjadi seorang wakil gubernur kalau tidak mengerti pemerintahan,“ ujarnya dengan semangat dengan diiringi tepuk tangan pendukung RZ-MM.
Bahkan Mambang berjanji tidak akan mengucapkan hal yang sama. “Saya tidak mau lagi mengulangi kata-kata ini karena memang kenyataannya sudah terjadi,” lanjutnya seraya mengatakan dalam UU No 32/2006 tentang pemerintah daerah tugas dari seorang wakil gubernur adalah koordinasi instansi, dan ke kabupaten/kota dalam rangka membangu tugas gubernur.
Perkataan inilah yang menyinggung perasaan PPP. Menurut PPP, hal itu sangat menyudutkan Wan Abubakar dan PPP sebagai lembaga. “Saya selaku ketua DPW PPP Riau juga penasehat Fraksi PPP Plus serta anggota Komisi A DPRD Riau sangat keberatan dengan pertanyaan Mambang Mit itu yaitu Wagub yang lalu tidak berpengalaman. Itu tidak benar. Pak Wan itu, tiga periode menjadi wakil rakyat yang dua periode terakhir menjadi wakil ketua DPRD, jadi dalam pemerintah daerah sangat berpengalaman,” tegas Rusli Effendi didampingi Ketua Fraksi, Syairf Hidayat dan anggota Fraksi lainya, Azwir Alimuddin, Zanzibar Nong dan Azhar Salim.
Menurut Rusli, pertanyaan Mambang tersebut ditambah lagi dengan pertanyaan bahwa seorang gubernur dan wakil gubernur harus saling melengkapi, tidak mungkin seorang gubernur dan wakil gubernur itu saling bertentang, sangat tidak etis disampaikan seorang calon wakil gubernur bahkan sudah masuk dalam kategori penghinaan dan pelecehan.
Atas dasar itu kata Rusli maka Mambang Mit diultimatum membuat pernyataan mencabut dan permintaan maaf di media massa baik cetak maupun elektronik yang ada di Provinsi Riau dalam waktu satu kali 24 jam. “Kalau tidak kami akan mencabut dukungan kepada RZ – MM. Harus diingat pula bahwa Pak Mambang yang merupakan mantan Sekda adalah bawahan Pak Wan Abubakar,” jelasnya seraya mengakui sudah konsultasi dengan DPP PPP.
Konsultasi itu sendiri disaksikan langsung sejumlah wartawan dengan Sekjen DPP. DPP sendiri melalui Sekjen menyatakan hal itu tidak diterima DPP dan sangat keliru karena Wan saat ini selain menjadi Gubri juga salah seorang Wakil Ketua DPP PPP. Di ruang Fraksi PPP, Syarif sendiri menambahkan, semua anggota Fraksi PPP merasa sangat kecewa. “Bagi kami satu musibah mendengarkan bersama-sama terjadi pelecahan dan penghinaan terhadap Wan Abubakar apalagi dia saat ini menjadi Gubernur Riau,” katanya.
Dikatakan juga pihaknya akan protes dan sekaligus mempelajari kebijakan politik yang diambil PPP. “Sebab, pernyataan itu bisa membunuh karakter seseorang,” lanjut Syarif yang ditambah Zanzibar Nong, mereka belum mengetahui sikap Wan Abubakar secara pribadi terhadap hal itu.***(mad)
sumber: http://riauterkini.com/politik.php?arr=20757
=====================
Monday, August 25, 2008
UPDATE CALEG DPR PKS RIAU DAN KEPRI
1 Chairul Anwar, Drs., Apt. (L) Komisi IX (A-246)
2 Veny Zano (L)
3 Aida Malikha, S.Psi (P)
4 Alfaisal Jayuska (L)
5 Ir. H. Abdul Ghafar (L)
6 Ir. H. Erwandy Saleh, MM (L)
Riau - 02 1 Abdul Jabbar, MA (L)
2 Hidayat Rohim (L)
3 Ir. H. Arkeno (L)
4 Asih Drajad Lumintu, S.Pd (P)
5 Tyas Soekarsono Utomo, Dr. (L)
Kepulauan Riau - 01
1 Ruly Tisna Yuliansa, Ir. (L)
1 Herlini Amran, MA. (1) (P)
2 Janawir, dr (L)
2 Sa'id Iqbal (L)
3 Khusnul Inayati (P)
3 Desy (P)
4 Suryadi, Lc.S.Ag (L)
5 Rina Novita, Amd (P)
6 Drs. Abu Mandaha (L)
SUMBER : WWW. PK-SEJAHTERA.ORG
Sunday, August 24, 2008
Profil Bakal Calon Angggota Dewan DPD PKS INHU






Pemilu tahun 2009 terdapat kenaikan jumlah "kursi" di DPRD Kabupaten Indragiri Hulu menjadi 35, sebelumnya -tahun 2004- hanya 30 kursi dengan jumlah Dapil tetap (4 Dapil).
Dapil 1 (Kuala Cenaku, Rengat, Rengat Barat)
Dapil 2 (Seberida, Batang Cenaku, Batang Gangsal)
Dapil 3 (Peranap, Batang Peranap, Kelayang, Rakit Kulim)
Dapil 4 (Lirik, Pasir Penyu, Lubuk Batu Jaya, Sei Lala)
Tersisa 35 orang kader dan tokoh yang bersedia diajukan sebagai BCAD -Bakal Calon Anggota Dewan- dari 43 yang sebelumnya diajukan. Karena BCAD adalah tugas dan amanah yang berat dan bukan "suatu kemuliaan".
H-2 (tanggal 17 Agustus 2008) jam 02.30 WIB tim DPD berhasil menyelesaikan hampir semua berkas persyaratan Caleg, besoknya dibawa ke KPUD. Alhamdulillah PKS INHU 1 diantara 2 partai awal yang menyerahkan berkas.
Rekapitulasi Profil BCAD Pemilu 2009 PKS INHU:
1. Berdasarkan Pendidikan BCAD
S2: 3%
S1: 67%
Diploma:8%
SLTA: 22%
2. Berdasarkan Gender / Keterwakilan Perempuan
laki-laki: 60%
Perempuan: 40%
Dapil-1 : 36%
Dapil-2 : 50%
Dapil-3 : 33%
Dapil-4 : 44%
3. Usia BCAD
<25 tahun: 6%
25-40 tahun: 83 %
>40 tahun: 11%
Admin
Sunday, August 10, 2008
BCAD PKS INDRAGIRI HULU RIAU
Kepastian tentang para Caleg dari PKS Inhu tersebut terungkap dalam launching yang digelar di Sekretariat DPD PKS Inhu Jalan Sultan Rengat, Jumat Jumat (8/8). Menurut Ketua DPD PKS Inhu Sugeng Prihatin, launching yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia tersebut bertujuan memberitahukan kepada para kader dan simpatisan PKS tentang para Caleg yang akan ikut ambil bagian dalam Pemilu tahun 2009 mendatang. "Para Caleg ini dipilih secara proporsional. Jumlahnya disesuaikan dengan jumlah kader PKS di setiap kecamatan di Inhu," ujarnya.
Ditambahkannya, untuk daerah pemilihan (Dapil) I yang melingkupi Kecamatan Rengat Barat, Rengat dan Kuala Cinaku, pihaknya mengajukan 12 orang Caleg. Jumlah yang sama juga berlaku untuk Dapil III (Pasir Penyu, Lirik, Sei Lalak) dan Dapil IV (Paranap, Batang Peranap dan Kelayang). Sedangkan untuk Dapil II yang melingkupi Kecamatan Batang Cinaku, Batang Gangsal dan Seberida, Caleg yang diajukan hanya enam orang. Hal itu mengingat jumlah kader di daerah tersebut terhitung kecil.
"Launching ini bertujuan untuk perkenalan sekaligus sosialisasi kepada para kader partai. Selanjutnya mereka diharapkan mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama tokoh masyarakat dengan sistem door to door.
Hal ini perlu agar Caleg dan kader partai bisa mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk pembangunan Inhu ke depan. Sebab dari sosialisasi itu kita juga bisa mendapat masukan langsung dari masyarakat," terangnya.
Untuk Pemilu kali ini, DPD PKS Inhu sendiri menargetkan lima kursi agar pada pemilihan bupati tahun 2010 mendatang PKS dapat mengajukan calon bupati dari PKS. (eka)
sumber: http://www.riaumandiri.net/indexben.php?id=25614
Friday, August 8, 2008
PILKADA KOTA BANDUNG
======================
Jumat, 08/08/2008 17:24 WIB
LSN Prediksi Dada-Ayi Menang Telak
Eva Asiah - detikBandung
Hal itu berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) yang dilaksanakan pada 1 hingga 6 Agustus mendatang. Jumlah responden yang dilibatkan sebanyak 384 di 30 kecamatan di Bandung.
Menurut Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry survei dilakukan dengan motode systematic random sampling dengan margin error sebesar 5 persen. Artinya, kata dia, tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
"Dada Rosada sebagai calon incumbent lebih populer dibandingkan dua kandidat calon wali kota lainnya," ujarnya saat jumpa pers di Kedai Nyonya Rumah, Jalan Naripan, Jumat (8/8/2008).
Sebanyak 96,3 persen publik Bandung mengaku mengenal Dada. Sementara kandidat wali kota yang diusung PKS Taufikurahman hanya dikenal oleh 68,1 persen. Sedangkan calon wali kota independen Hudaya Prawira dikenal 61,2 persen publik.
Pasangan Dada, yaitu Ayi Vivananda pun lebih dikenal publik dibandingkan dua rival lainnya. Ayi dikenal 68,6 publik Bandung. Sementara Deni Triesnahadi atau Abu Syauqi hanya dikenal oleh 53,6 persen. Nahadi yang merupakan pasangan Hudaya dikenal 51,5 persen publik.
"Mengingat popularitas Dada dan Ayi lebih tinggi dibandingkan yang lainnya, maka mayoritas 36,1 persen publik memilih Dada-Ayi," ungkap Umar.
Sedangkan pasangan Taufikurahman-Abu Syauqi hanya dipilih oleh 20,6 persen publik. "Yang paling terendah adalah Hudaya-Nahadi yaitu hanya dipilih oleh 1,8 persen publik ," tambah Umar.
Jumlah responden yang mengaku belum mempunyai pilihan atau merahasiakan pilihannya sebanyak 41,4 persen.
"Dengan besarnya suara swing voters ini, maka kami memprediksi Pilkada nanti akan dimenangkan Dada-Ayi dengan kisaran perolehan suara 51,6 persen hingga 61,6 persen," ujar Umar.
Sementara pasangan Taufikurahman-Abu Syauqi hanya memperoleh suara sekitar 33,15 persen hingga 43,15 persen. Pasangan Hudaya-Nahadi memperoleh suara paling rendah yaitu hanya 6,8 persen.
"Kami memperkirakan warga yang tak memilih sebanyak 32,5 persen hingga 42,5 persen," pungkasnya.
(ern/ern)
sumber: http://bandung.detik.com/read/2008/08/08/172412/985443/486/lsn-prediksi-dada-ayi-menang-telak
Tuesday, August 5, 2008
Sydney Jones: Kader PKS Solid dan Cerdas
Sydney Jones: Kader PKS Solid dan Cerdas
Didit Tri Kertapati - detikNews
Jakarta - Senior Adviser International Crisis Group Sydney Jones, Selasa (5/8/2008), berkunjung ke kantor DPW PKS Aceh. Dalam pertemuan tersebut, wanita berkebangsaan Amerika itu memuji kader dan simpatisan PKS.
"Kader dan simpatisan PKS solid dan cerdas," ujar wanita berkacamata itu dalam rilis DPW PKS Aceh yang diterima detikcom.
Kunjungan Sidney ke kantor DPW Aceh adalah dalam rangka untuk berbagi informasi tentang pelaksanaan pemilu 2009 yang damai di Aceh.
Pengamat independen asal Amerika itu mengungkapkan rasa optimisnya bahwa PKS bisa menjadi peserta pemilu yang baik, sepanjang para kader PKS dapat mengedepankan kampanye simpatik dan bersih tanpa ada intimidasi dan kekerasan.
Menanggapi pernyataan Sydney, Ketua Umum DPW PKS Aceh Tgk H Ghufran Zainal Abidin MA mengatakan, PKS akan berusaha mengadakan komunikasi secara intens dengan para pemimpin Partai dan Partai Nasional di Aceh. Hal itu untuk menciptakan situasi yang kondusif dan tenang sebelum dan menjelang perhelatan akbar rakyat Indonesia.
"PKS siap menjadi pelopor Kampanye Pemilu Damai," kata Ghufran.
(ddt/irw)
sumber: http://www.detiknews.com/read/2008/08/06/013204/983550/10/sydney-jones-kader-pks-solid-dan-cerdas
PKS Usung Hidayat Nur Wahid
| Hidayat Nur Wahid (inilah.com/Bayu Suta) |
Dari kalangan internal partai, tampaknya Hidayat takkan mendapat ganjalan berarti lagi. Satu-satunya ganjalan adalah dari persoalan ‘eksternal’, yakni perolehan suara pada Pemilu Legislatif 2009. Artinya, jika meraih suara minimal 20%, PKS akan mengajukan calon sendiri.
Gelar doktor (PhD) memang menjadi salah satu syarat bagi calon presiden PKS, kecuali berusia balita (bawah 50 tahun). Selain Hidayat, kader partai lain yang memenuhi syarat itu adalah Adhyaksa Dault yang kini menjawab Menpora. Tapi, dari konstelasi politik di kalangan dalam PKS, dukungan tampaknya mantap mengajukan Hidayat.
Hidayat dipandang sudah banyak berkorban untuk PKS. Dia termasuk salah satu pembangun partai dari awal. Menurut Zulkieflimansyah, anggota Fraksi PKS di DPR, hasilnya pun menggembirakan.
Di era kepemimpinan Hidayat, PKS merebut suara meyakinkan pada Pemili 2004 dengan 7% suara. Angka itu melonjak tajam dibanding sekitar 1,5% suara Partai Keadilan (PK) pada Pemilu 1999. PKS kian percaya diri berkat keberhasilan Hidayat memimpin parpol ini.
"Jika PKS meraih 20% suara dalam pemilu, maka rasanya PKS bulat mengajukan nama Hidayat Nur Wahid sebagai capres. Ini suatu amanah dan kepercayaan," kata Zulkieflimansyah PhD, dosen Pasca sarjana FEUI dan anggota DPR PKS.
PKS telah menetapkan syarat titel Doktor untuk calon presidennya pada Pemilu 2009. Tapi, menurut Effendi Gazali, doktor FISIP-UI, tanpa bermaksud mengecilkan semua pihak yang bergelar S-3, syarat ini dinilai tidak memandang pengalaman bangsa Indonesia. SBY yang menjadi presiden saat ini bertitel PhD. "Tapi publik tahu SBY tetap mengecewakan rakyat," kata pakar komunikasi politik itu.
Mengenai usia di bawah 50 tahun sebagai capres, meski menyambut baik, Dr Daniel Dhakidae berpendapat, pencalonan presiden bukanlah persoalan umur. Tetapi bila ada orang muda dengan pemikiran yang hebat, akan lebih baik lagi. Masyarakat harus memahami bahwa presiden yang dipilih dalam Pilpres 2009 adalah yang dapat memecahkan persoalan bangsa ini.
"Intinya, dibutuhkan sesorang yang punya visi, misi yang jelas, kemauan dan energi untuk mengambil suatu keputusan dan memecahkan permasalahan Indonesia. Pemimpin muda akan kelihatan nantinya saat mereka bersosialisasi dan berkampanye. Sekarang belum tahu siapa orang yang mampu dan bermutu," kata pengamat politik itu.
Namun, banyak juga pengamat yang menyambut baik jika PKS mengajukan capres dari partainya sendiri sehingga tak perlu ‘menumpang kapal’ lain atau partai lain. Dan, itu merupakan upaya menuju kemandirian politik sekaligus keberanian mengambil sikap dan keputusan.
"PKS memang perlu mengajukan capres atau cawapresnya sendiri. Memang semua itu terpulang kepada perolehan suara PKS dalam Pemilu 2009," kata pengamat politik. AE Priyono, dari Demos dan Reform Institute. [I4]
sumber: http://www.inilah.com/berita/2008/08/05/42084/pks-usung-hidayat-nur-wahid/
Friday, August 1, 2008
36 Anggota DPRD Menikmati Bansos (kecuali dari PKS)
36 Anggota DPRD Menikmati Bansos
TENGGARONG-Dana bantuan sosial (bansos) APBD Kutai Kartanegara (Kukar) 2005-2006 yang menurut KPK nilainya Rp 30 miliar, tak hanya dinikmati Samsuri Aspar dan Setia Budi. Sebanyak 36 orang dari 40 anggota DPRD Kukar diduga ikut kebagian.
“Kasus dugaan korupsi (bansos, Red.) ini tak berhenti sampai di sini. Para anggota Dewan yang dimintai keterangan KPK pasti akan dipanggil untuk menjadi saksi di pengadilan,” kata Ketua DPRD Kukar Rahmat Santoso kepada Kaltim Post belum lama ini.
Rahmat yang juga sempat kecipratan dana bansos bersama 36 anggota Dewan lainnya itu mengaku akan memberikan keterangan apa adanya di pengadilan. Sayangnya, Rahmat tak bersedia membeberkan siapa aktor-aktor di balik kasus bagi-bagi dana bansos tersebut. “Kita akan berbicara apa adanya di pengadilan nanti,” ujarnya.
Pernyataan senada diungkapkan anggota DPRD Kukar I Made Sarwa yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kukar. Made mengaku pernah menerima uang sekira Rp 375 juta dari rekannya sesama anggota. Namun Made tidak tahu kalau uang yang diterimanya itu diambil dari dana bansos.
“Kalau waktu itu saya tahu tidak mau ambil. Tahu-tahu saya dikasih uang dua kali. Pertama berupa cek dan yang kedua uang kontan. Jumlah saya lupa. Saya terima katanya dari Bapak (Bupati Kukar Syaukani HR yang sekarang non-aktif, Red.),” kata Made seraya menyebutkan nama rekan anggota DPRD berinisial Kh yang memberinya uang.
Made mengira bahwa uang yang diterimanya itu bonus dari Syaukani-Samsuri yang terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Kukar. Karena seluruh anggota Dewan menerimanya kecuali tiga orang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), HM Ali Hamdi, Suriadi, dan Saiful Aduar. Sedangkan seorang lagi adalah Jumarin Thripada dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang saat baru terjadi Pergantian Antar Waktu (PAW) dari anggota sebelumnya. Sedangkan dua anggota dari PAN lainnya HM Irkham dan Marwan ikut menerima.
“Yang saya dengar PKS memang tidak meneterima,” jelas Ketua Komisi III DPRD Kukar itu. Karena uang yang diterimanya itu belakangan bermasalah akhirnya Made pun harus mengembalikannya. Mantan Dandim Tenggarong itu mengaku harus pinjam uang ke bank untuk mengembalikannya dengan cara dicicil.
Sebelumnya Irkham yang juga Ketua Fraksi Amanat Kesejahteraan Rakyat (AKR) DPRD Kukar itu mengaku terima uang yang belakangan diketahui dana bansos. Ia mengetahuinya setelah diperiksa penyidik KPK di Polres Kukar. Karena yang dia tahu uang itu adalah pemberian dari Syaukani.
“Pak Kaning (Syaukani, Red.) itu ‘kan orangnya baik. Banyak pejabat dan masyarakat yang dinaikkan haji atau umrah. Uang itu saya kira pemberian Pak Kaning kepada anggota DPRD secara pribadi. Saya tidak akan terima kalau uang itu dari bansos,” tegasnya.
Bahkan Irkham merasa tertipu setelah mengetahui bahwa uang yang sudah habis digunakan untuk kepentingan pribadinya itu ternyata uang bansos. Ketua DPD PAN Kukar itu mangaku hanya diberi Rp 175 juta. Namun KPK meminta agar dirinya mengembalikan sebesar Rp 375 juta sesuai data yang tertera di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dimilikinya.
Beberapa anggota DPRD yang mengaku sudah melunasi adalah Bachtiar Effendi, Syarifuddin, Mahdalena, Irwan Muchlis. Sedangkan yang lainnya banyak yang tak bersedia dimintai keterangan. Namun sebagian besar sudah mengembalikan uang ke kas daerah di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim Cabang Tenggarong. Terbukti beberapa anggota Dewan menyerahkan bukti penyetoran uang kepada penyidik KPK di Polres Kukar dengan total Rp 6 miliar.(yus)
sumber: Kaltimpost
Thursday, July 31, 2008
DAFTAR CALEG PKS RIAU & KEPRI PEMILU 2009


Daftar Calon Anggota Legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera :
dari : keadilan4all@ yahoogroups. com
> Lampiran Surat Keputusan Presiden PKS
> No. 019/D/SKEP/DPP- PKS/1429.
RIAU 1 (Siak, Pekan baru, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Dumai):
> 1. Chairul Anwar
> 2. Veny Zano
> 3. Asih Drajad Lumintu
> 4. Alfaisal Jayuska
> RIAU 2 (Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan,
> Kampar):
> 1. Abdul Jabbar
> 2. Hidayat Rohim
> 3. Aida Malikha
> 4. Tyas Soekarsono Utomo
> KEP. RIAU (Kepulauan Riau):
> 1. Herlini Amran
> 2. Sa¢id Iqbal
> 3. Khusnul Inayati
Tuesday, July 22, 2008
THE YOUNG PRESIDENT
PKS Siap Mencalonkan Presiden
Ana Shofiana S - detikNews
Foto: Dok. Rumgapres
Selain itu, keputusan pencalonan masih menunggu hasil Musyawarah Majelis Syuro PKS. Majelis Syuro adalah majelis tertinggi di struktur PKS.
"Sesuai dengan amanat Musyawarah Nasional (munas) PKS, kita akan mencalonkan capres dan atau cawapres jika mendapat 20 persen suara legislatif," kata Tifatul dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom, Selasa (22/7/2008).
Ditanya lebih lanjut soal kriteria dan siapa yang akan dimajukan untuk menjadi RI 1, Tifatul mengatakan di PKS tidak terbiasa mengajukan nama. Tapi kalau musyawarah memutuskan, kader PKS wajib mentaati hasil tersebut.
"PKS memiliki 200 doktor yang bisa diandalkan untuk memajukan bangsa Indonesia," kata Tifatul.
Namun demikian, Tifatul mengakui pencalonan presiden nanti tidak akan bisa dilakukan oleh PKS sendiri. Untuk itu, PKS akan membuka pintu koalisi dengan partai-partai lain.
"PKS siap sharing dengan partai-partai lain untuk mengimbangi kekuatan parlemen," pungkasnya.
(ana/fiq)
SUMBER: http://www.detiknews.com/read/2008/07/22/165559/976008/10/pks-siap-mencalonkan-presiden
THE YOUNG PRESIDENT
Ditantang Megawati
Tifatul: Di PKS Tidak Ada Kebiasaan Mencalonkan Diri
Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
"Di PKS kami tidak terbiasa mencalonkan diri. Ada 99 orang di Majelis Syuro yang memutuskan jika saya bisa dicalonkan," ujar Tifatul di Hotel Clarion, JL AP Pettarani, Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (22/7/2008).
Tifatul menambahkan, yang dibutuhkan rakyat Indonesia saat ini adalah solusi bukan diskusi. Karena itu, setiap orang yang akan maju dalam Pilpres 2009 harus mempunyai konsep yang jelas tentang persoalan bangsa.
"Tidak bisa hanya dengan mengandalkan bahwa saya ini adalah tokoh atau orang yang pernah berkuasa," ujar Tifatul.
Megawati menantang Tifatul untuk bersaing dalam Pilpres 2009 mendatang. Hal itu disampaikan langsung oleh Megawati usai membuka kaderisasi nasional kader muda PDIP di Kantor DPP PDIP, Jl Lenteng Agung, Jakarta.
"Kalau Pak Tifatul mau maju, maju! Jangan hanya berwacana," kata Megawati.
Tantangan Megawati ini terkait pernyataan Tifatul yang meminta meminta tokoh tua yang pernah menjadi pemimpin bangsa untuk minggir dari Pemilihan Presiden 2009. Menurut Ketua Umum DPP PDIP ini, soal pemimpin muda yang berani, enerjik, dan siap mengambil risiko, jangan hanya diwacanakan.(djo/asy)
SUMBER: http://www.detiknews.com/read/2008/07/22/172012/976022/10/tifatul-di-pks-tidak-ada-kebiasaan-mencalonkan-diri
THE YOUNG PRESIDENT
Tifatul: Jangan Pilih Pemimpin yang Pernah Gagal
Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
"Jangan (pilih) pemimpin yang pernah gagal," tegas Presiden Tifatul Sembiring saat ditemui di Hotel Clarion, Jl AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (22/7/2008).
"Saya tidak mengatakan siapa pun, tapi harus sejalan antara persoalan bangsa dengan kemampuan seseorang. Tidak bisa hanya dengan mengandalkan figur," imbuhnya.
Menurut Tifatul, pemimpin muda itu ibarat ranting pohon yang segar. Jika ranting itu dipatahkan, maka akan mengeluarkan getah yang segar pula.
"Jadi yang berjiwa muda dan berusia muda pantas untuk menjadi pemimpin. Tapi kalau loyo itu bukan muda. Dia bisa jadi dari PKS, bisa juga bukan dari PKS yang kami usung," ujarnya.(djo/asy)
SUMBER: http://www.detiknews.com/read/2008/07/22/175515/976055/10/tifatul-jangan-pilih-pemimpin-yang-pernah-gagal
SURAT SANG PRESIDEN

Surat dari Presiden PKS, Tifatul Sembiring
Ditulis dalam rangka Musyawarah Kerja Nasional PKS 2008
Pesan kepada Bangsa
Kepada Rakyat dan Bangsa Indonesia yang saya cintai
Assalamualaikum Wr Wb,
Saya menyampaikan pesan kepada bangsa yang saya cintai ini, agar Bangsa Indonesia berjuang untuk perubahan.Sebab Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu tidak mau merubah nasib mereka masing-masing.
Wahai bangsa yang saya cintai ...
Jangan sekali-kali mau menyerahkan kekuasaan kepada orang-orang yang tidak amanah, dan tidak jujur, mudah berjanji dan mudah mengingkarinya.
Wahai bangsa yang saya cintai ...
Kita punya hak untuk berubah, kita punya kesempatan untuk keluar dari kemiskinan, kebodohan, kesakitan, dan kemelaratan ini ..
Kitalah yang harus merubah nasib kita sendiri, bukan orang lain.
Angin perubahan sedang bertiup kencang... Marilah kita raih harapan menuju masa depan yang lebih baik.
Wahai bangsa Indonesia yang saya cintai...
Untuk mewujudkan perubahan itu, kita butuh pemimpin yang lebih muda.Pemimpin yang lebih segar, visioner, tegas, dan tidak peragu dan berjiwa kenegarawan.Pemimpin yang punya kompetensi dan mampu sebagai motivator bagi seluruh lapisan rakyat Indonesia.
Merelah harus komitmen, jika mereka terpilih harus mundur dari jabatan di partainya, agar tidak campur aduk antara tugas partai dan tugas negara. Lalu sepenuhnya harus loyal dan fokus kepada tugas-tugas negara.
Wahai bangsa Indonesia yang saya cintai...
Marilah kita berjuang untuk mewujudkan pemimpin baru...Yang berkomitmen memberantas korupsi tanpa tebang pilih.Berlaku adil dan menegakkan supremasi hukum.Pemimpin yang sanggung melindungi rakyat. Pemimpin yang melindungi kekayaan alam Indonesia.Dan memprioritaskan untuk kepentingan rakyat Indonesia.
Semoga Allah SWT menyertai perjuangan kita, Amien.
Tuesday, July 15, 2008
PENJELASAN RESMI PKS SOAL SIKAP ABSTAIN DI PILKADA RIAU
PENJELASAN RESMI PKS SOAL SIKAP ABSTAIN DI PILKADA RIAU
Riauterkini-PEKANBARU-
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirahmanirrohim
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah dan shalawat serta salam atas Nabi Muhammad Saw. Bagi kita, semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmad dan hidayahnya. Amin.
Izinkan kami, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Propinsi Riau mengawali penjelasan ini dengan permohonan maaf atas keputusan politik yang telah kami ambil terkait Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) di Riau. Kami sadar, keputusan ini mengejutkan, mengecewakan banyak pihak dan cukup sulit dapat dipahami. Hal itu tercermin dari banyaknya tanggapan yang kami terima dari berbagai pihak, baik disampaikan langsung, maupun melalui telepon dan SMS. Juga sebagaimana diberitakan berbagai media massa .
Semula kami tidak ingin menanggapi berbagai isu yang berkembang, namun setelah mencermati opini yang berkembang pasca keputusan abstain di Pilkada Riau, kami melihat ada sebuah kondisi yang mengancam kredibilitas dan nama baik PKS sebagai sebuah institusi politik. Ada kecenderungan opini berkembang ke arah pembunuhan karakter, kampanye hitam yang menyesatkan. Secara umum kami menangkap ada sekelompok pihak yang sengaja mengarahkan opini masyarakat ke satu kesimpulan, berupa anggapan gagalnya PKS berkualisi dengan salah satu dari tiga pasangan tersebut semata-mata karena cost politik atau karena uang. Dalam hal ini adalah, PKS terlalu tinggi mematok tarif cost politik.
Melalui penjelasan ini, kami menegaskan bahwa persepsi di atas tidaklah benar. Keliru, namun sengaja belakangan disebarkan kelompok yang tak bertanggung jawab untuk merusak citra PKS!
Dari beberapa pilkada yang diikuti, kami menyimpulkan ada tiga faktor penentu kemenangan, yaitu :
1. Calon. Calon haruslah memiliki ekuitas yang cukup untuk memenangkan pertarungan. Ekuitas dimaksud antara lain popularitas yang dibuktikan dengan survey, citra diri, dan kemampuan berkompetisi, yang dengan ini diharapkan mampu menggerakkan orang untuk memilih dirinya.
2. Dukungan politik. Calon tidak mungkin bisa maju dalam pemilihan kepala daerah jika tidak memiliki dukungan politk yang paling minimal, yaitu 15 % suara atau kursi di DPRD, jika melalui jalur parpol, atau dukungan 5% dari jumlah penduduk, jika melalui jalur perorangan. Ini baru dukungan untuk bisa maju. Sudah tentu, bahwa setiap calon pasti ingin menang. Bukan sekedar berpartisipasi. Oleh karenanya, yang bersangkutan harus memiliki dukungan politik yang lain, berupa mesin yang bisa bekerja memenangkannya.
3. Dukungan dana. Suka atau tidak, dana adalah salah satu faktor yang bisa menentukan kemenangan calon. Mulai transportasi sampai saksi, logistik hingga upaya melawan isu-isu dan intrik-intrik, memerlukan dana yang tidak sedikit.
Ketiga faktor di atas saling terkait. Jika poin 1 dan 2 tidak dimiliki, atau tidak mencapai batas minimal, berapa pun dana yang akan diberikan oleh kandidat, itu tidak akan berpengaruh bagi kami untuk memberi dukungan kepadanya.
Sangat disayangkan, bahwa poin 3 dianggap menjadi bagian yang berdiri sendiri dan kemudian menjadi sangat penting. Sehingga seolah-olah bahwa karena faktor inilah PKS gagal berkomunikasi dan berkoalisi dengan calon-calon yang ada.
Jika hanya faktor yang ketiga, faktor uang yang menjadi pertimbangan, maka kami tentu akan memilih kandidat yang secara tertulis di atas materai berkomitmen memberi dukungan dana sebesar Rp 50 miliar. Jumlah yang sangat jauh lebih besar jika dibandingkan dengan komitmen dari ketiga pasangan yang sempat meminta dukungan kepada PKS.
Terakhir kami ingin mengatakan, bahwa keputusan tidak ikut Pilkada memang sebuah keputusan sulit dan tidak populer, bahkan bisa jadi juga tidak strategis, namun kami menilai itulah keputusan terbaik dalam situasi serba sulit dan buruk yang berkembang selama proses prakoalisi.
Hanya kepada Allah kami mengembalikan keputusan tersebut. Semoga Allah memberikan menjadikan jalan terbaik bagi PKS untuk terus mengembang amanah melalui jalur politik. Kepada semua kader dan simpatisan, kami mengharapkan dukungan atas keputusan tersebut dengan tetap tak bosan memberikan saran dan kritik membangun. Kepada kader dan simpatisan kami berikan kebebasan menentukan dukungan sesuai hati nurani. Berikan dukungan secara pribadi, tanpa membawa nama dan atribut PKS. Sedangkan kepada seluruh masyarakat Riau kami mohon maaf jika keputusan ini mengecewakan.***
sumber: http://riauterkini.com/politik.php?arr=19953
Beri tanggapan | Baca tanggapan
Sunday, July 13, 2008
PKS Lounching 52 Caleg untuk DPRD Riau
Sekaligus Sosialisasi Nomor 8,
PKS Lounching 52 Caleg untuk DPRD Riau
Pemilu 2009 memasuki musim kampanye. PKS Riau mengawali tahapan pemanasan tersebut dengan melakukan lounching 52 calon legislatif (Caleg) untuk DPRD Riau.
Riauterkini-PEKANBARU- Bertempat di lapanagan Politeknik Caltex Rumbai (PCR) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Riau menggelar acara lounching calon legislatif (Caleg) untuk DPRD Riau yang akan bertarung memperebutkan dukungan dari rakyat Riau pada Pemilu 2009 mendatang, Ahad (13/7). Rangkaian acara diawali dengan senam bersama yang diikuti sekitar seribu simpatisan dan kader PKS.
Usai senam bersama para peserta diajak sarapan bersama dengan berbagai menu. Ada nasi goreng dan lontong. Semua mendapat menu yang sama, baik Ketua DPW PKS Riau Amin Triawan dan petinggi partai Islam tersebut. Termasuk para Caleg juga sarapan dengan menu yang sama dengan hadirin.
Selanjutnya Amin Triawan didaulat untuk menyampaikan orasi politik. Dalam orasinya, Amin mengajak seluruh komponen PKS Riau untuk mulai mengambil ancang-ancang. Mengingat target yang dipatok untuk Pemilu 2009 mendatang cukup berat, yakni meraih 20 persen suara.
Selanjutnya dilakukan pembacaan SK penetapan Caleg PKS untuk DPRD Riau. Pembacaan dilakukan oleh Sekum DPW PKS Riau Hermanto. Dalam SK tersebut disebutkan ada 52 Caleg untuk DPRD Riau dari 7 daerah pemilihan yang tersebar di sebelas kabupaten dan kota.
Sejumlah nama-nama tokoh PKS Riau yang sudah cukup terkenal menjadi jago PKS untuk mendulang dukungan, mereka seperti para anggota DPRD Riau, kecuali Taufik Hidayatullah, masuk daftar Caleh. Mukti Sunjaya, Nurdin, Hasyim Aliwa dan Syafrudin Sa,an. Masuk juga Wakil Ketua DPRD Pekanbaru yang sempat ikut Pilkada Pekanbaru sebagai calon wakil walikota Ayat Cahyadi.
Dalam daftar Celeg juga terdapat nama-nama tokoh perempuan PKS, seperti Masnah, Nur Zakia, Vita dan lainnya. Amin Triawan mengatakan partainya konsistem mengikuti ketentuan untuk menempatkan 30 persen Calep perempuan.
Dalam kesempatan itu PKS sekaligus mensosialisasikan nomor urut partai tersebut pada Pemilu 2009. Dalam undian di KPU pusat beberapa hari lalu, PKS dapat nomor urut 8.***(mad)
sumber: http://riauterkini.com/politik.php?arr=19935